Detail Kegiatan

Upacara Sraddha atau Atma Wedana, 11 Juni 2016

16 Februari 2019 125x dilihat Kadek Suarya
521abf0987af50d56fdd83f0851f34ad.JPG

Istilah upacara atma wedana kurang popular ditelinga masyarakat umat hindu di bali. Upacara atma wedana lebih popular dengan istilah upacara nyekah, memukur, ngeroras, maligia dan lain-lainnya. Sesungguhnya semua istilak tersebut memiliki makna yang sama dalam upacara agama hindu.

Menurut pendapat beberapa ahli seperti DR Martha, A Musses, DR W.F. Stuterheim, DR A. J. Bernt kempers, Tjan Tjoe Siem yang menyatakan bahwa upacara memukur atau atma wedana di kalangan umat hindu di bali sangat identik dengan upacara sraddha dikalangan raja-raja hindu di jawa pada masa lampau.

Menurut Lontar Negara Kertagama upacara Sraddha adalah proses upacara kematian pada tahap kedua bagi raja-raja hindu di jawa pada masa yang lampau. Upacara sraddha ini umumnya dilangsungkan setelah dua belas tahun upacara pengabenan atau pembakaran jenazah sang raja.

Hubungi Kami

Saran | Pengaduan | Testimoni


*) Pastikan email anda masih aktif.
*) Sesuaikan dengan jenis pesan yang anda pilih.